“Semua gratis Mbak, kalau tidak begitu nggak ada yang sekolah”… begitulah yang saya temukan di suatu sekolah di Banjarbaru. Pihak sekolah harus kerja ekstra keras untuk mendapatkan bantuan dari pihak luar, baik pemerintah daerah maupun swasta. Dilematis memang, satu sisi kesadaran pendidikan di tengah-tengah masyarakat kita ternyata masih rendah, tapi di sisi lain hal tersebut memicu tanggung jawab sekolah (pemerintah) dalam memberikan layanan pendidikan.
Lalu, siapa yang harus kita bela?
Bukan pertanyaan itu yang seharusnya muncul dalam benak kita. Melainkan, dimana kita bisa berperan?. Dalam kasus di atas, ada banyak peluang peran bagi siapapun. Pertama, sebagai bagian masyarakat mulailah menumbuhkan kesadaran terhadap pentingnya pendidikan bagi anak. Mari ajak anak-anak untuk sekolah, mulai lingkungan terdekat. Menumbuhkan kesadaran bukan hal yang sulit. Kita bisa memulai dengan memberikan contoh dari kehidupan kita sendiri atau dengan menciptakan iklim prestasi, misal dengan mengadakan lomba-lomba atau kompetisi. Dengan demikian semangat berprestasi yang identik dengan dunia sekolah dapat terbangun.
Kedua, membantu secara riil dalam mendorong kemampuan masyarakat dhuafa untuk sekolah. Saat ini, banyak lembaga yang bisa membantu kita untuk menyalurkan bantuan pendidikan. Pilihlah lembaga yang memiliki akuntabilitas dan transparansi yang jelas, sehingga bantuan bisa benar-benar dirasakan manfaatnya. Yakinlah bahwa sedekah adalah investasi abadi.
Ketiga, sebagai bagian dari pemerintah kita bisa menjadi pelaku tanggung jawab yang amanah. Membuka keran-keran informasi untuk semua kalangan masyarakat sehingga banyak yang mengetahui program-program pendidikan. Dewasa ini banyak program-program pemerintah yang digulirkan demi menjamin pendidikan anak bangsa dan untuk memahami sepenuhnya program tersebut bukan hanya kewajiban pemerintah itu sendiri, melainkan juga hak bagi penerima manfaat (masyarakat). Dengan demikian, ada kebutuhan yang tersalurkan secara dua arah. Atau dengan kata lain amanah tertunaikan. Nah, kalau sudah begini apa yang kita rasakan? Menyenangkan bukan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar